Akhirnya Jembatan di Indonesia Roboh Juga...
1 Korban Jembatan Ambrol Tewas, 8 Hilang Jasad Umamah ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.
1 Korban Jembatan Ambrol Tewas, 8 Hilang
Jasad Umamah ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Tersangkut di bebatuan.
Minggu, 19 Februari 2012, 18:13 WIB
Elin Yunita Kristanti, Ayatullah Humaeni (Bogor)

Jembatan rusak di lebak, Banten (Foto ilustrasi) (REUTERS/ Beawiharta)
VIVAnews - Puluhan tim Search And Rescue (SAR)
masih mencari para korban hanyut jembatan ambrol yang terletak di
Kampung Pabuaran Kaum, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten
Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan informasi dari posko penyelamatan dari 23 warga yang
hantur, 15 ditemukan selamat, 8 korban belum diketahui nasibnya, dan 1
orang tewas.
Korban tewas bernama Umamah (55) warga Gunung Leutik RT01/03, Desa
Cibanteng, Kecamatan Ciampea. Jasadnya ditemukan sekitar 500 meter dari
lokasi kejadian, tersangkut di antara bebatuan.
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula saat
puluhan warga hendak pulang usai mengikuti kegiatan Maulid Nabi di
Kampung Cibanteng Nangkring, Desa Cihideung Ili. Untuk mempersingkat
waktu, warga melintasi kampus IPB, akses satu-satunya jalan yang
menghubungkan Kampung Pabuaran Kaum.
Iring-iringan warga yang
sebagian besar anak-anak dibawah usia 12 tahun dan orang tua itu terdiri
dari 2 kloter. Keloter pertama lolos, dapat menyeberangi jembatan
dengan selamat. Namun, nahas bagi kloter kedua, saat mereka berada di
tengah, jembatan sepanjang 20 meter itu tiba-tiba ambruk. Derasnya debit
air sungai membuat sedikitnya 15 orang hanyut terbawa arus.
"Karena
bebannya terlalu berat ditambah arus air sangat deras, jembatan patah,
dan warga yang berada di sekitar jembatan langsung terperosok lalu
terbawa arus sungai," ujar Dewi salah korban selamat dari maut, saat
ditemui di lokasi, Minggu 19 Februari 2012.
Mereka yang selamat
langsung membantu para korban, akhirnya dari 23 orang tersebut, 15 orang
bisa diselamatkan. Namun, 9 lainnya terseret derasnya air sungai akibat
hujan yang mengguyur wilayah tersebut. "Mereka yang selamat karena
tersangkut pohon bambu dan ada juga yang memegang tali bekas ikatan
jembatan," katanya.
Keluarga korban pun histeris, karena korban hingga sore hari belum
diketemukan. Salah satunya, Juju, nenek dari Seftia mengaku syok
mendengar cucu kesayangannya ikut hanyut.
Sebelum berangkat,
korban sempat meminta izin untuk ikut dalam acara maulidan bersama
anak-anak lainnya. "Karena merengek akhirnya diizinkan untuk berangkat,"
tuturnya.
Hingga saat ini warga dibantu petugas gabungan masih
melakukan pencarian korban hanyut hingga ke Sungai Cisadane dengan
peralatan seadanya.
Sementara itu, Wasto, salah seorang anggota
DPRD Kabupaten Bogor, mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,
harus bertanggung jawab. Selain mengevakuasi korban, juga persoalan
jembatan yang putus. "Jika jembatan ini dipergunakan lalu lintas
masyarakat, maka harus di ganti dengan permanen," tegasnya.
Sumber: VIVAnews.com