Ayam dan Kambing menjadi Satu !!??!!
Awetkan Hewan Langka, Seniman Dibui Ia juga memiliki bangkai kuskus dan kancil hasil impor dari Indonesia.
**Awetkan Hewan Langka, Seniman Dibui**
Ia juga memiliki bangkai kuskus dan kancil hasil impor dari Indonesia.
Selasa, 20 Desember 2011, 01:21 WIB * ~Mutia Nugraheni, Indrani Putri~*
[](http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/12/19/136827_taksidermi-ayam-dan-kambing_300_225.jpg)
Taksidermi ayam dan kambing (Daily Mail)
VIVAnews - Seorang seniman patung asal Miami
membuat patung makhluk mitologi hibrida dari hewan-hewan yang telah
diawetkan atau taksidermi. Siapa sangka, kreativitasnya ini malah
membuatnya terancam dibui lima tahun dan membayar denda sebesar US$250
ribu atau Rp2,2 miliar.
Dilansir dari harian Daily Mail Senin
19 Desember 2011, seniman bernama Enrique Gomez De Molina ini
dinyatakan bersalah karena telah mengimpor bagian-bagiann tubuh hewan
yang terancam punah. Ia telah ditangkap aparat kepolisian Miami pada
November lalu dan akan disidang pada 2 Maret tahun depan.
Padahal,
De Molina mengklaim karyanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran
akan punahnya beberapa spesies hewan dengan 'menyilangkan' mereka.
"Kemustahilan karya membuat saya senang dan sedih pada saat yang
sama. Kesenangan berasal dari merasakan fantasi atas karya saya, dan
kesedihan berasal dari fakta bahwa tindakan kita membuat punah beberapa
jenis spesies ini," katanya.
Ternyata, pria ini tidak memiliki
izin untuk mengimpor bagain tubuh hewan langka yang dijadikan material
karyanya. Polisi juga mengklaim De Molina mengetahui perbuatannya ilegal
karena meminta para penjual hewan membungkus barangnya dengan kertas
karbon.
Ia juga terbukti menyelundupkan bagian tubuh dan kulit
dari hewan terancam punah. Seperti kobra, trenggiling, burung enggang,
serta tengkorak babirusa dan orangutan. Semuanya diimpor dari seluruh
dunia termasuk Indonesia, Thailand, Filipina, dan China.
Tak
hanya itu, ia didakwa atas kepemilikan bulu burung pekakak Jawa, burung
pekakak berkerah, dan elang muda. Ia juga memiliki bangkai kuskus dan
kancil hasil impor dari Indonesia.
De Molina menawarkan
taksidermi hibridanya lewat galeri dan internet dengan kisaran harga
mencapai US$80 ribu atau Rp752 juta. Bahkan, beberapa karyanya dipajang
di pameran Scope Art Fair. Dua karyanya yang paling kontroversial
diketahui memperoleh pendapatan total US$100 ribu atau Rp906 juta.
• VIVAnews
Sumber: http://dunia.vivanews.com/news/read/273379-awetkan-hewan-langka--seniman-dibui