Pemuda Muslim Kalteng: Tantangan dan Harapan
Refleksi tentang kondisi pemuda muslim di Kalimantan Tengah hari ini, tantangan yang dihadapi, dan harapan untuk masa depan.
*Bismillahirrahmanirrahim..*
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pemuda. Kata yang sering disebut tapi jarang benar-benar dipahami.
Konon katanya, pemuda adalah masa depan bangsa. Tapi bagi kita yang beriman, pemuda bukan cuma masa depan dunia. Pemuda adalah **aset dakwah**. Pemuda yang akan meneruskan perjuangan para nabi dan rasul. Pemuda yang akan menegakkan kalimatullah di muka bumi.
Tapi lihatlah kondisi pemuda muslim Kalteng hari ini. Ada yang mengharukan, ada juga yang memprihatinkan.
### Tantangan
**Pertama: Krisis Identitas.**
Banyak pemuda muslim Kalteng yang bingung dengan jati dirinya. Mereka tahu dirinya Islam. Tapi cara berpakaian, cara bicara, cara bergaul — kadang lebih mirip dengan budaya barat daripada budaya Islam. Mereka lebih hafal lirik lagu Korea daripada ayat Al Quran. Mereka lebih paham drama Turki daripada sirah nabawiyah.
Bukan berarti kita anti dengan budaya luar. Tapi ketika identitas keislaman kita tergerus, itu tanda bahaya.
Allah berfirman:
> *"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu."* (QS. Al-Baqarah: 208)
**Kedua: Lapangan Dakwah yang Sepi.**
Di Kalteng, jumlah dai dan mubaligh masih sangat terbatas. Bandingkan dengan luas wilayahnya. Masjid-masjid di kampung terpencil kadang hanya penuh di hari Jumat. Majelis taklim diikuti oleh ibu-ibu dan bapak-bapak. Pemuda? Sibuk dengan dunianya sendiri.
**Ketiga: Godaan Zaman.**
Dulu maksiat butuh tempat khusus. Sekarang maksiat ada dalam genggaman. HP, internet, media sosial — semuanya bisa menjadi ladang pahala, tapi juga bisa menjadi ladang dosa. Pemuda yang lemah imannya akan mudah terjerumus. Pemuda yang kuat imannya akan memanfaatkan teknologi untuk dakwah.
### Harapan
Tapi tidak semuanya gelap. Ada secercah cahaya di ujung terowongan.
Di Sampit, di Palangka Raya, di Pangkalan Bun, di Kuala Kapuas, di berbagai kota di Kalteng, mulai muncul gerakan-gerakan pemuda Islam. Mereka mengadakan kajian, buka puasa bersama, aksi sosial, dan berbagai kegiatan positif lainnya.
Gerakan ini belum besar. Tapi ia seperti api dalam sekam. Suatu saat akan membesar.
Saya sendiri merasakannya. Ketika blog Putra Sampit mulai dibaca orang, ketika tulisan-tulisan saya di-share, ketika ada yang bilang "saya terbantu dengan tulisan antum" — itulah harapan itu.
Karena dakwah bukan tentang kita. Dakwah tentang agama Allah yang harus disampaikan.
### Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Mulai dari diri sendiri. Perbaiki dulu iman dan takwa kita. Baru kemudian ajak orang lain. Karena tidak mungkin menyalakan lilin orang lain jika lilin kita sendiri padam.
Kedua, bersatu. Jangan saling menyalahkan. Perbedaan metode dakwah itu wajar. NU punya caranya, Muhammadiyah punya caranya, Hizbut Tahrir punya caranya. Tapi tujuan kita sama: ridha Allah.
Ketiga, **jangan pernah berhenti belajar**. Islam itu luas. Baca, kaji, diskusi. Jangan puas dengan pemahaman yang dangkal. Karena tantangan ke depan akan semakin berat.
### Penutup
Pemuda muslim Kalteng, sadarlah. Kita hidup di #BumiMilikAllah yang kaya akan sumber daya alam. Tapi kekayaan alam tanpa keimanan hanya akan membawa kehancuran. Negeri ini butuh pemuda yang saleh. Yang tidak hanya pandai bicara, tapi juga mampu berbuat.
Mari kita buktikan. Bahwa pemuda Kalteng bukanlah pemuda yang lemah. Tapi pemuda yang siap menjadi garda terdepan dalam menegakkan Syariah Allah di muka bumi.
Baca juga: [Siapa Abdur Rasyid Shidiq?](/artikel/siapa-abdur-rasyid-shidiq/)
*Rancak-rancak maja lah wal!* 💪
*Saudaramu,*
**Abdur Rasyid Shidiq**
[Syabab (pemuda) Muslim dari Kota Sampit — Kalimantan Tengah]
~#BersamaUmatTegakanKhilafah | #IslamRahmatanLilAlamin~