Sebagai Umat ISLAM, Boleh Kah Ber-Valentine?
Sebagai Umat ISLAM, Boleh Kah Ber-Valentine?
Sebagai Umat ISLAM, Boleh Kah Ber-Valentine?
by ۩۞۩ - 15LAM T3RBUKT1 B3NAR - ۩۞۩ on Sunday, February 6, 2011 at 10:46pm
**
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179283118780043&set=o.191945027490069)
Itulah fatwa yang baru saja dilontarkan oleh pihak MUI. Sebenarnya
bukan hanya MUI saja, para Ulama diseluruh dunia juga sepakat
Valentine adalah haram dan merayakannya adalah perbuatan menodai agama
dan berdosa.
Kenapa Valentine diharamkan ? kita coba tilik dari segi sejarah dan fungsi dari valentine ini.
Dari namanya saja, perayaan Hari Kasih Sayang ini serasa memiliki
perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Ada
beberapa versi mengenai legenda dari sosok Valentine ini.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179283915446630&set=o.191945027490069)
1. Dahulu, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama
rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar
Claudius II (268 – 270 M). kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut
menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik
performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah
demi menciptakan prajurit perang yang potensial. Valentine tidak
setuju dengan peraturan tersebut.
Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang
berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini
dilakukannya secara rahasia. Lambat laun, aksi yang dilakukan oleh
Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus menanggung
perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati pada tanggal 14 Februari 270 M.
Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati karena menolong
orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat penganiayaan.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179284155446606&set=o.191945027490069)
Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis
seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa
setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Tragisnya,
sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah
surat untuknya. Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda
tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini—-‘From
Your Valentine.’
Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yag
dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini.
Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan
tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk
memperingati Santo Valentine.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179284202113268&set=o.191945027490069)
2. Valentine dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Febuari. Ini
merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari
segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun
mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan
perkawinan. Dan sehari setelahnya yaitu tanggal 15 Februari merupakan
perayaan Lupercalia.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287018779653&set=o.191945027490069)
3. Ketika agama nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa
terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta.
Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan
bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya
di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama
dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi
kekasihnya sepanjang tahun.
Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “Dengan nama
Tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.” Akibat sulitnya
menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti
kalimat “Dengan nama Tuhan Ibu” dengan kalimat “Dengan nama Pendeta
Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama
Nashrani.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287068779648&set=o.191945027490069)
4. St.Valentine ditanya tentang Atharid, Tuhan perdagangan,
kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, Tuhan orang Romawi yang
terbesar. Maka dia menjawab Tuhan-Tuhan tersebut buatan manusia dan
bahwasanya Tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih. Bahkan saat ini
beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil
dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak
panah ke arah hati yang sebenarnya merupakan lambang Tuhan cinta bagi
orang-orang Romawi.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287142112974&set=o.191945027490069)
5. Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama
Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga “martir” atau santo (orang
suci) yang berbeda:
****
seorang pastur di Roma****
seorang uskup Interamna (modern Terni)
seorang “martir” di provinsi Romawi Africa.**
**
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287195446302&set=o.191945027490069)
Koneksi antara ketiga ““martir”” ini dengan hari raya cinta romantis
tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa
sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai “martir”-”martir” ini
namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo
Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja
menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang
dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat.**
Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14
Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada
masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa
sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang
tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan
cerita yang berbeda.**
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287242112964&set=o.191945027490069)
Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai
beransur-ansur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’.
Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang
bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15
Februari. Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama
Nasrani(Kristian), pesta ‘supercalis’ kemudian dikaitkan dengan
upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St.
Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan
kepercayaan orang Eropah bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi
‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287315446290&set=o.191945027490069)
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata
“Galentine” yang bererti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara
galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya
para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari.
Dengan berkembangnya zaman, seorang ‘martyr’ bernama St. Valentino
mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya (jauh dari arti yang
sebenarnya).
Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal
usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal
Valentine lewat(melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar
kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin
mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287375446284&set=o.191945027490069)
IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN****
Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang
notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan
perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar
bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang
mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu
dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ** ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?**
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287438779611&set=o.191945027490069)
Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma
dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan
lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung
atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani
tersebut, apa pun alasanya.
Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari
Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima
pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan
sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam
perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak
akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!
>
“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum
tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan
oleh Tirmidzi.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287485446273&set=o.191945027490069)
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata,
>
“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi
mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal
memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan,
“Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau
pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan
haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang
menyekutukan Allah.
Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan
lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar
atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus
dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia
telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.
”
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287908779564&set=o.191945027490069)
Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang
umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani,
>
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka
adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu
termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang zalim.” QS. 5 Maa'idah:51
Wallahu’alam bishawab.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini
hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang
berusaha merusak ‘akidah’ muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan
gaya hidup Non Islami dengan kedok percintaan(bertopengkan
percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179287968779558&set=o.191945027490069)
Kampanye anti valentine day****
Atas dasar fakta diatas dan diatas landasan niat untuk membentengi
akhlak generasi muda kita maka sudah sewajarnya setiap ummat Islam
mengambil peran penting untuk turut mengkampanyekan gerakan anti
valentine day dan secara khusus menyerukan kepada pemuda pemudi Islam
untuk tidak terlibat dalam acara kasih sayang dan percintaan ala
valentine’s day.
Di sejumlah negara Islam belakangan ini muncul gerakan terbuka
untuk menolak peringatan valentine day, di Mesir beberapa kalangan
ummat Islam menyerukan untuk merubah Valentine’s Day dengan Muhammad
Day. Seruan ini disampaikan di sejumlah situs internet baik website
maupun blog. Mereka menyerukan pembenahan pemahaman cinta dengan
pemahaman yang benar sesuai dengan ajaran Rasulullah Muhammad SAW.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179288035446218&set=o.191945027490069)
Seruan ‘Muhammad Day’ ini juga disebarkan secara meluas melalui
pesan elektronik (e-mail) dan pesan singkat ponsel (sms). Gagasan
Muhammad Day semata – mata bertujuan sebagai gerakan insidental
kampanye anti valentine day yang otomatis tidak diagendakan untuk
dilakukan setiap tahun.
Siapapun bisa menjadi bagian dari gerakan anti valentine day dengan
menyebarkan pernyataan singkat dibawah ini melalui pesan singkat (sms)
:
“Stop kemaksitan dan kekufuran berjubah valentine day, mari kita
benahi pemahaman tentang cinta dan kasih sayang yang benar sesuai
dengan ajaran Islam dan tuntunan Rasulullah Muhammad SAW”.
Akhirnya, berdasar fakta negatif dan nuansa kemaksitan dan kekufuran
yang terselubung dan merebak melalui peringatan hari valentine maka
marilah kita secara bersama -sama satukan tekad “HAPUSKAN VALENTINE’S
DAY SEKARANG JUGA !!!”
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179288088779546&set=o.191945027490069)
Hukum Merayakan Hari Valentine**
Saat ini banyak ABG muslimah yg terkena penyakit ikut-ikutan dan
mengekor pada budaya Barat atau nashrani akibat pengaruh TV dan media
massa lainnya. Termasuk pula dalam hal ini perayaan Hari Valentine yg
pada dasarnya adl mengenang kembali pendeta St. Valentine.
Keinginan utk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia akan tetapi
hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yg diikuti
berbeda dgn kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila
mengikuti dalam perkara akidah ibadah syi’ar dan kebiasaan. Padahal
Rasululllah SAW. Telah melarang utk mengikuti tata cara peribadatan
selain Islam “Barangsiapa meniru suatu kaum maka ia termasuk dari kaum
tersebut”.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179288128779542&set=o.191945027490069)
Bila dalam merayakannya bermaksud utk mengenang kembali Valentine
maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir adapun bila ia tidak
bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yg besar.
Ibnul Qayyim berkata “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yg
khusus bagi mereka telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram.
Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka dgn mengucapkan
“*Selamat hari raya !* ” dan semisalnya.
Bagi yg mengucapkannya kalaupun tidak sampai pada kekafiran paling
itu itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat
atas perbuatan mereka yg menyembah salib. Bahkan perbuatan tersebut lbh
besar dosanya di sisi Allah dan lbh dimurkai daripada memberi selamat
atas perbuatan minum khamar atau membunuh.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179288185446203&set=o.191945027490069)
Banyak orang yg kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu
perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang
yg memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat bid’ah
ataui kekufuran maka ia telah menyiapkan diri utk mendapatkan
kemarahan dan kemurkaan Allah”.
Abu Waqid ra. meriwayatkan Rasulullah SAW. Saat keluar menuju
perang Khaibar beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang Musyrik
yg disebut dgn Dzaatu Anwaath biasanya mereka menggantungkan
senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah SAW.
berkata “*Wahai Rasulullah buatkan utk kami Dzaatu Anwaath sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath* .”
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179288265446195&set=o.191945027490069)
Maka Rasulullah SAW. bersabda “*Maha Suci Allah ini seperti yg
diucapkan kaum Nabi Musa ‘Buatkan utk kami tuhan sebagaimana mereka
mempunyai tuhan-tuhan’ Demi Dzat yg jiwaku di tangan-Nya sungguh
kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yg ada sebelum kalian* .” .
Adalah wajib bagi tiap orang yg mengucapkan dua kalimat syahadat utk
melaksanakan wala’ dan bara’ yg merupakan dasar akidah yg dipegang
oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan
membenci orang-orang kafir memusuhi dan menyelisihi mereka. Serta
mengetahui bahwa sikap seperti ini didalamnya terdapat kemaslahatan yg
tidak terhingga sebaliknya gaya hidup yg menyerupai orang kafir
justru mengandung kerusakan yg lbh banyak.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179288312112857&set=o.191945027490069)
Lain dari itu mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka
akan membuat mereka senang lagi pula menyerupai kaum kafir dapat
melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah SWT telah berfirman yg
artinya *“*
*Hai orang-orang yg beriman janganlah kamu mengambil orang-orang
Yahudi dan nashrani menjadi pemimpin-pemimpin ; sebahagian mereka adl
pemimpin bagi sebahagian yg lain. Barangsiapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin maka sesungguhnya orang itu termasuk
golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yg zalim.” *
*“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yg beriman kepada Allah
dan hari akhirat saling berkasih sayang dgn orang-orang yg menentang
Allah dan Rasul-Nya.”*
*“Dan janganlah belas kasihan kepada kedua pezina tersebut
mencegah kamu utk agama Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari
akhirat.”*
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179288405446181&set=o.191945027490069)
Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah; ikut mempopulerkan
ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah As-Sunnah. Tidak ada suatu
bid’ah pun yg dihidupkan kecuali saat itu ada suatu sunnah yg
ditinggalkan. Dampak buruk lainnya bahwa dgn mengikuti mereka berarti
memperbanyak jumlah mereka mendukung dan mengikuti agama mereka padahal
seorang muslim dalam tiap raka’at shalatnya membaca * *
*“Tunjukilah kami jalan yg lurus jalan orang-orang yg telah
Engkau anugerahkan ni’mat kepada mereka; bukan mereka yg dimurkai dan
bukan mereka yg sesat.”* .
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179288548779500&set=o.191945027490069)
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya
jalan orang-orang yg mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan
mereka yg sesat dan dimurkai namun ia sendiri malah menempuh jalan
sesat itu dgn sukarela.
Ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan
mereka hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan
makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yg memperingatinya.
Ini adl suatu kelalaian padahal sekali lagi perayaan ini adl dari
ritual agama lain !
Hadiah yg diberikan sebagai ungkapan cinta adl sesuatu yg baik namun
bila dikaitkan dgn pesta-pesta Kristiani dan tradisi-tradisi Barat
akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179288662112822&set=o.191945027490069)
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yg sepele
tetapi lbh mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yg tidak
memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita
sehingga kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah kita mempunyai pengganti yg jauh lbh baik dari itu
semua sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka.
Diantaranya bahwa dalam pandangan kita seorang ibu mempunyai kedudukan
yg agung kita bisa mempersembahkan ini kepadanya dari waktu ke waktu
demikian pula utk ayah saudara suami? dst tapi hal itu tidak kita
lakukan khusus pada saat yg dirayakan oleh orang-orang kafir.
[](http://www.facebook.com/photo.php?fbid=179288905446131&set=o.191945027490069)
Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dgn kecintaan
dan kasih sayang yg tulus yg menjadi jembatan utk masuk ke dalam sorga
yg hamparannya seluas langit dan bumi yg disediakan bagi orang-orang
yg bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golonga
orang-orang yg disebutkan
*“Kecintaan-Ku adl bagi mereka yg saling mencintai krn Aku yg saling mengunjungi krn Aku dan yg saling berkorban krn Aku” *